Begitu mudah bisa kita jumpai buku-buku terjemahan di rak-rak toko buku dewasa ini. Apalagi untuk karya sastra. Banyak sekali karya penulis dunia yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Yang paling mendominasi adalah karya dalam bentuk novel, cerpen dan esai. Untuk karya sastra jenis puisi memang masih terbilang langka. Barangkali karena penerjemahan puisi bukan pekerjaan yang mudah.

Meski penerjemahan karya sastra belum bisa dibilang sebagai proyek penerbitan yang menguntungkan, namun banyak penerbit dan penulis yang menggarap lahan ini. Bagi mereka yang menggarap proyek ini, sudah barang tentu 90% bukan karena faktor profit, tapi lebih karena kecintaan terhadap karya sastra. Read the rest of this entry »

Ada info menarik buat anda yang mengikuti perselisihan antara komunitas Ode Kampung vs Utan Kayu. Saut Situmorang sepertinya masih terus melancarkan serangan ke kubu lawan. Nah ini ada Saut yang diwawancarai oleh majalah mahasiswa dari Universitas Indonesia. Tulisan ini saya dapatkan dari milis PPI-India yang diposting sendiri oleh Saut Situmorang. Read the rest of this entry »

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

…………………………………………..

Dikutip dari puisi “Aku” karya Chairil Anwar .

Barangkali sajak Chairil Anwar itulah yang cukup bisa menjelaskan sikap Erskine Cadwell ketika memutuskan meninggalkan karir jurnalistiknya di The Atlanta Journal demi menjadi penulis fiksi profesional. Seperti yang didapatkan setelah membaca sajak “Si Binatang Jalang” itu, kesan yang muncul dari sikap Erskine itu, dia adalah pribadi yang angkuh dan tak kenal kompromi. Baik Chairil maupun Erskine sepertinya tak mau berdamai dengan keadaan, sebaliknya mereka malah hendak menaklukkannya. Jelas saja keputusan Erskine itu membuat cemas beberapa rekan kerjanya. Read the rest of this entry »

Unik, begitulah sosok Andrea Hirata. Penulis novel Laskar Pelangi itu berlatar belakang pendidikan ekonomi. Tapi dia juga meminati bidang keilmuan (science). Belakangan dia menulis novel. Ternyata karyanya laku keras dan mendapatkan pujian dari sejumlah pakar sastra.

Seperti yang diakui Andrea, Laskar Pelangi adalah kisah masa kecilnya. Masa kecil di sebuah desa miskin di Belitong. Laskar Pelangi adalah novel perdananya. Buku kedua, Sang Pemimpi, seperti juga buku perdananya, menjadi best seller. Read the rest of this entry »

Cerita pendek atau yang biasa disebut “cerpen” sebagai salah satu genre sastra memiliki keunikan tersendiri. Ia bisa menceritakan pengalaman penulis dan bisa juga hanya merupakan imajinasi entah-berantah yang sengaja direka oleh pengarang. Seperti karya sastra pada umumnya, batasan fakta dan fiksi dalam cerpen tidak jelas. Bahkan jika mengacu pada wacana postmodern, seperti kajian teks ala Roland Barthes (Baca: Merayakan Kematian Pengarang, Mission Impossible: Menggugat Missi Pengarang dalam Karya Sastra) fakta dalam karya sastra, tidaklah penting.

Tapi bagaimana jika cerpen itu menyajikan sesuatu yang faktual. Ia disusun dari fakta, peristiwa yang benar-benar disaksikan ataupun dialami langsung oleh pengarang. Seperti yang dikisahkan oleh Rosidi dalam bedah cerpen “Opera Zaman” di Komunitas Sendang Mulyo Semarang, Rabu (29/11) malam. Read the rest of this entry »

dari kamar gelap

memungut yang terjatuh. menyusun kembali yang teralpa. mengabadikannya ke dalam tulisan. seperti ungkapan "Scripta manent verba volant" uang--tertulis akan tetap mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin. selamat menikmati!

yang terkubur